Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksatrasia) FKIP Universitas Sebelas April telah berkiprah dari tahun 1982, menjadi jembatan bagi anak bangsa dalam menggapai masa depan. Berawal dari pendirian sebuah perguruan tinggi di Kota Sumedang, Yayasan Pendidikan Sebelas April (YPSA) mendirikan STKIP Sebelas April Sumedang, yang merupakan Sekolah Tinggi pertamanya. Dalam pendiriannya, prodi pertama yang dioperasionalkan di STKIP Sebelas April Sumedang adalah Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang kemudian disusul oleh prodi-prodi lain secara bertahap di beberapa tahun berselang.
Dalam perkembangannya prodi Diksatrasia ini mengalami beberapa perubahan nama, disesuaikan dengan nomenklatur yang diberlakukan, di antaranya: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah; serta Pendidikan Bahasa Indonesia. Sebenarnya, ketiga penamaan ini dalam bidang kajiannya masih sama dan serumpun, hanya penamaan saja yang berubah.
Seiring berjalannya waktu, di 2021 sekolah-sekolah tinggi yang berada di bawah naungan YPSA ini mengalami penggabungan mewujud sebuah universitas, yaitu Universitas Sebelas April. Teridri dari 6 sekolah tinggi, yaitu STKIP, STBA, STIE, STIA, STIKes, dan STMIK. STKIP saat ini berubah kedudukan menjadi fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang di dalamnya terdapat prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Konsistensi program studi dalam menjaga kualitas terlihat dalam akreditasi yang dipreroleh, sejak lama prodi ini memiliki akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hingga 2024, dan pada 3 September 2024 prodi Diksatrasia mendapat akreditasi Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK). Adapun Ketua prodi yang menjabat dari masa kemasa, di antaranya; Odi Kusnadi, Drs. (1982-1995) Dadang Gunadi, M.Pd.(1995-1999 dan 2019-2021), Dr. Asep Saepurokhman, M.Pd. (1999-2015), Dr. Ece Sukmana, M.Pd. (2015-2019), dan Dedi Irawan, S.Pd., M.Pd. (2021-sekarang).